Megapixel, Mobil Listrik Pintar dari Tata Motor
JENEWA – Tata Motors menampilkan Tata Megapixel pada ajang Jenewa Motor Show 2012. Varian city-smart empat penumpang ini, adalah konsep kendaraan listrik dari Tata.
“Tata Megapixel, dikembangkan olegg desainer kami di India, Inggris dan Italia. Ide awalnya untuk memudahkan semua pengendara mobil di kota besar di seluruh dunia. Megapixel juga menjadi pengembangan dari Tata Pixel yang hadir tahun lalu,” jelas Prakash Telang, Managing Director, Tata Motors.
Mobil masa depan ini menggunakan baterai lithium ion phosphate dan mesin bensin untuk menggerakan generator mesin, dimana bensin dan listrik mampu mencapai 900 km/jam
Emisi CO2 yang dihasilkan hanya 22gm/km dengan efisiensi bahan bakar mencapai 100km/liter. Baterai mobil bisa diisi ulang dirumah dengan sistem pengisian baterai yang inovatif.
Tata Megapixel juga memiliki fitur pada konsol tengah yang dapat menghubungkan ponsel pintar dengan sistem hiburan mobil. Layar sentuh HMI di tengah panel instrument dan layar menjadi jalur akses umum dari perangkat cerdas, serta juga untuk mengendalikan fungsi dari mobil, seperti suhu, ventilasi, mode berkendara dan performa.
Tata Motors Luncurkan Mobil Tenaga Udara
NEW DELHI – Pabrikan asal India Tata Motors punya kejutan dengan pengembangan mobil bertenaga kompresi udara.
Tata Motors menyebut mobil ini dengan nama MiniCAT. Rumornya, mobil udara ini akan diluncurkan pada Agustus 2012 ini. Tata Motors mengklaim, MiniCat akan menjadi salah satu kendaraan tanpa emisi karena mampu beroperasi hanya dengan udara yang terkompresi.
MiniCAT ini telah dikembangkan bersama bersama dengan bekas ahli mesin IndyCar Guy Negre dengan perusahaan Motor Development International. Pejabat Tata Motors mengatakan, bahwa bahan bakar di mobil ini hanya tenaga listrik yang kecil untuk menggerakkan kompresor mesin mobil.
MiniCAT ini menggunakan tekanan udara menggerakan motor piston dan memiliki nol emisi yang dibuang di knalpot. Menyalakan mobil dengan udara yang terkompresi bukanlah konsep baru.
Banyak produsen mobil telah mencoba teknologi ini, tapi belum ada yang berhasil karena dianggap tidak efisien. Kebanyakan, prototipe mobol sudah diluncurkan tapi model produksi tidak juga muncul.
Sebelumnya, Tata Motors juga telah memamerkan konsep mobil udara, yang disebut Tata AirCar. Kini, MiniCAT hadir sebagai model produksi dan akan siap dijual di India seusai peluncuran resmi.
Tata Motors Kembangkan Komponen dari Tepung Maizena
NEW DELHI – Siapa bilang tepung maizena hanya bisa digunakan untuk bahan masakan. Raksasa otomotif India, Tata Motors telah mengembangkan suatu inovasi dengan membuat bagian tubuh kendaraan menggunakan bahan yang berasal dari jagung yang dikenal sebagai bahan makanan rendah nutrisi. Dilansir Motorbeam, prestasi teknikal ini telah dilakukan oleh R&D (Research & Development) Centre Tata Motors. Tim yang bermarkas di Pune, Lucknow dan Jamshedpur menggunakan tepung maizena untuk meningkatkan aspek keselamatan pada kendaraan. Berdasarkan laporan tim R&D, tepung jagung merupakan bahan yang tidak mudah terbakar dan tidak beracun dan apabila digunakan pada bagian body yang elastis mampu menahan tekanan lebih apabila terjadi benturan dibandingkan dengan lembaran logam konvensional. ”Pada setiap titik waktu tertentu, R&D bekerja untuk mengembangkan beberapa ide untuk masa depan. Dan ini adalah salah satu dari mereka. Kami memiliki proses terstruktur dalam mengambil ide melalui beberapa tahapan untuk menentukan kelayakan mereka. Oleh karena itu masih terlalu dini bagi kami untuk lebih spesifik seperti sekarang,” terang sumber Tata Motors. Saat ini, Tata Motors dikabarkan telah membuat kendaraan prototipe yang telah menggunakan tepung maizena dan sedang uji tabrakan. Selain Tata Motors, pabrikan Ford juga pernah membuat suatu terobosan dengan menggunakan bahan daur ulang. Saat itu Ford berencana menggunakan bahan dari celana jeans daur ulang sebagai bahan penyerapan dan material karpet.(ian)
Kepler Temukan 11 Tata Surya Baru
TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Misi antariksa NASA “Kepler” berhasil menemukan 11 sistem tata surya baru yang berisikan 26 planet, kata Dinas Luar Angkasa Amerika Serikat itu dalam satu pernyataan, Kamis.
Penemuan tersebut hampir dua kali lipat dari jumlah planet yang telah dipastikan dan tiga kali lipat dari jumlah bintang yang dikitari oleh satu planet. Sistem tersebut akan membantu para astronom untuk mengerti tentang bagaimana planet membentuk sebuah tatanan.
Orbit planet-planet itu dekat dengan bintang yang menjadi pusat tata surya mereka dan ukurannya diperkirakan satu setengah kali ukuran Bumi bahkan ada yang melebihi ukuran Jupiter. Lima belas planet diperkirakan berukuran seperti Bumi atau Neptunus.
Pengamatan lebih jauh diperlukan guna memastikan apakah permukaan planet tersebut solid seperti Bumi atau berselimut atmosfer tebal seperti Neptunus. Planet-planet tersebut berotasi mengelilingi mataharinya dalam waktu enam hingga 143 hari. Semuanya berjarak lebih dekat dari jarak Venus ke Matahari.
“Berdasarkan misi Kepler, kami mengetahui tentang peluang adanya 500 ekso-planet yang berada di galaksi,” kata ilmuwan program Kepler, Doug Hudgins, di Markas NASA, Washington.
“Ketika dua tahun ini Anda memandang bintang di langit yang tak lebih besar dari kepalan tangan anda, Kepler telah menemukan lebih dari 60 planet dan lebih dari 2.300 calon planet lainnya,” kata Hudgins.
“Hal itu membuktikan bahwa galaksi kita berisikan planet berbagai ukurang dan orbit,” katanya. Kepler, yang diluncurkan pada Maret 2009, dirancang untuk menemukan planet seukuran Bumi yang berotasi mengelilingi bintang lain. Pesawat luar angkasa itu menggunakan kamera digital berukuran besar, yang disebut photometer, untuk memantau tingkat pancaran cahaya lebih dari 1.500 bintang yang berada dalam medan pandangannya ketika pesawat itu mengelilingi matahari.
Kepler memindai jarak tata surya tersebut dengan mencari “titik singgah”, yang dicapai planet ketika melewati sebuah bintang, sehingga menyebabkan planet itu meredup. Tingkat keredupan itu menjadi patokan untuk pengukuran planet yang dibandingkan dengan mataharinya itu.
Nasa Temukan 11 Sistem Tata Surya Baru
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Satelit Kepler milik badan antariksa Amerika Serikat (NASA) menemukan 11 sistem tata surya baru dengan total planet yang menghuninya 26 buah.
“Kami menemukan sekitar 500 ekso-planet di angkasa yang luas,” kata Doug Hudgins, peneliti Kepler.
Jumlah planet dalam penemuan itu hampir dua kali lipat dibandingkan planet yang telah dibuktikan Kepler sebelumnya. “Dengan ini setelah Kepler telah menemukan lebih dari 60 planet dan sekitar 2.300 kandidat planet,” kata Hudgins.
Hudgins mengatakan penemuan itu menunjukkan galaksi Bima Sakti dipenuhi planet-planet dengan ukuran dan orbit berbeda.
Orbit planet-planet dalam temuan Kepler itu berjarak dekat dengan bintangnya. Lima belas dari 26 planet itu berukuran seperti Bumi dan Neptunus.
NASA menyebutkan sistem tata surya yang ditemukan akan membantu para astronom untuk memahami bagaimana planet terbentuk.







