Keliling Lombok dengan Chevrolet Spark

MATARAM – Sejatinya, Chevrolet Spark adalah mobil dengan jenis city car. Tapi, bagaimana bila si Mungil lansiran PT General Motors Indonesia (GMI) ini digeber naik-turun gunung di pulau Lombok?

 
Hasilnya ternyata cukup memuaskan. Pembahasan ini dimulai dengan interior mobil yang sanggup diisi lima penumpang ini. Spark punya dimensi panjang 3.640mm, lebar 1.597mm dan tinggi 1.551mm, bisa berkelit lincah saat lalu lintas padat dan juga tidak sulit untuk mencari ruang parkir.
 
Dengan sumbu roda 2.375 mm ruang kaki cukup lapang untuk ukuran city car. Chevrolet All New Spark memiliki bagasi 170 liter (dan maksimal 994 liter saat bangku belakang dilipat.
 
Pada interior dashboard terlihat elegan dengan desain dasbor yang futuristik dengan perpaduan warna hitam plus sentuhan merah di beberapa titik. Takometer dan speedometer digital menempel di atas kemudi bergaya ala mobil balap.
 
Memulai perjalanan dari mataram menuju Malimbu dimana trek adalah jalanan menanjak, Spark harus digeber memulai dari persneling awal, dengan rpm tinggi. Pasalnya, tenaga Spark langsung mengendur bila saat menanjak dengan menggunakan gigi 2. Keunggulannya, dengan suspensi depan McPherson Strut dan Torsion Beam di bagian belakang, mobil ini lincah melibas tikungan tajam denhan kecepatan cukup tinggi.
 
All New Chevrolet Spark bermodalkan mesin S-Tech II DOHC dengan Port Deactivation, 1.2-liter 4-silinder 16 katup. Tenaga maksimal yang dihasilkan 82 ps pada 6.400 rpm dengan torsi maksimum 108 ps pada 4800 rpm. Akselerasi yang bagus untuk kategori mobil 1206cc.
 
Perjalanan dilanjutkan ke wilayah Lombok Barat dari pantai Sira menuju Gondang terus ke Batu Keruk. Kontur trek bervariasi dengan aspal mulus yang dibumbui dengan beberapa jalanan berlubang. Kembali Spark menunjukan aksinya dengan bermanuver tajam menghindari lubang.
 
Sayang, pada lantai mobil peredam dirasa kurang tebal setelah suara dari bawah kabin terdengar jelas oleh penumpang. Sampai wilayah Batu Keruk menuju Senaru kaki gunung Rinjani, jalanan kembali menanjak dan Spark juga harus berusaha mati-matian untuk menaklukan tanjakan dengan hasil yang lumayan. Rpm harus tinggi saat memulai tanjakan dengan perseneling rendah.
 
Pada perjalanan hari kedua, rute yang dilalui adalah Senggigi, Ampenan, Kediri dan Praya. Di sinilah Spark unjuk gigi dimana jalanan yang dilalui cukup rata dengan banyak tikungan tajam. Spark bisa bersaing ketat dengan rombongan lain yang diikuti Captiva SS, New Captiva, Cruze dan juga dua mobil klasik Chevrolet Bel Air. Spark tidak tercecer dan mampu tampil kontsan dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam.
 
Perjalanan dilanjutkan dari Praya menuju Sade dan berakhir di pantai Kuta Lombok. Jalan dengan kategori pegunungan kembali dihadapi Spark. Merasa sudah mengenal karakter mesin, penguji tidak mendapat kesulitan berarti saat harus melibas tanjakan tajam.
 
Untuk konsumsi bahan bakar, Chevrolet Spark termasuk dalam kategori mobil irit BBM. Perjalanan dilalui dengan full penyejuk udara (AC) dan digeber dengan kecepatan tinggi, Spark mengkonsumsi rata-rata bahan bakar 17-18 kilometer per liter.(zwr)